Sistem Informasi Geografis (SIG)

11 min read

sistem informasi geografi

Tahukan Anda mengenai Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam ilmu geografi, mungkin masih ada yang bingung mengenai materi ini.

Setelah membahas mengenai aspek dan prinsip geografi

Pada artikel kami sebelumnya kami membahas tentang aspek ilmu geografi dan prinsip geografi.

Dalam pembahasan kali ini resaja.com akan membahas tentang materi sistem informasi geografi mulai dari pengertian, komponen, ruang lingkup sampai manfaatnya.

Nah, simak yuk pembahasan terlengkapnya di bawah ini.

Pengertiaan Sistem Informasi Geografis

Definisi dari pengertian sistem informasi geografis atau SIG adalah sistem yang memiliki peran dalam pengambilan tugas seperti mengumpulkan, mengelola serta menyajikan data atau sebuah informasi yang memiliki keterkaitan dengan ilmu geografi.

Data yang dimaksud disini adalah data yang menyangkut suatu fenomena yang nyata dan jelas-jelas telah terjadi sesuai dengan fakta yang ada di muka bumi secara lengkap dan terperinci.

Pengumpulan data ini seperti:

  • Geologi.
  • Topografi.
  • Jenis tanah.
  • Hidrologi.
  • Iklim.
  • Budaya.

Hasil perwujudan yang dapat disajikan bisa dalam bentuk peta sehingga dalam sistem informasi geografi tidak terlepas dari peta senang yang berperan sebagai basis data.

Menurut beberapa pakar para ahli, ada beberapa pendapat yang telah mempublikasikan dalam membantu perkembangan ilmu geografi.

Berikut ini ada adalah pendapat para ahli, mengenai pengertian sistem informasi geografis atau SIG.

Pengertian SIG (Sistem Informasi Geografis) Menurut para ahli

Nah, berikut ini adalah pengertian sistem informasi geografi menurut para ahli, yang akan kami sampaikan semestinya.

Simak pembahasan berikut ini.

Alter

Pendapat yang pertama mengenai definisi sistem informasi geografi adalah sistem informasi yang mendukung dalam mengorganisasian suatu data, sehingga dapat diakses dengan menunjukkan suatu daerah atau wilayah yang tercantum dalam peta, pendapat ini menurut Alter.

Aronaff

Pendapat menurut Aronaff (1989), mengenai defisini SIG adalah sistem informasi yang didasarkan pada sistem kerja komputer yang dapat memasukkan, mengolah, manipulasi serta melakukan penelitian data serta memberikan uraian.

Berry

Menurut Berry SIG adalah sistem dari sumber informasi, referensi internal, serta otomatisasi dari data keruangan.

Bernhardsen

Pendapat Bernhardsen mengenai pengertian sistem informasi geografi adalah sistem komputer yang digunakan dalam memanipulasi data geografi.

Sistem ini kemudian diimplementasikan dengan perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang berfungsi untuk akusisi dan verifikasi data, kompilasi data, penyimpanan data, perubahan dan pembaharuan data, managemen dan pertukaran data, manipulasi data, pemanggilan dan prersentasi data analisa.

Burrough

SIG adalah alat yang memiliki banyak nilai positif dalam pengumpulan, penimbunan, pengambilan kembali data yang diinginkan dan penanyangan data keruangan yang berasal dari kenyataan dunia. Definisi menurut Burrough (1986)

Calkin dan Tomlison

Menurut Calkin dan Tomlison megenai sistem informasi geografi (SIG) adalah sistem komputerisasi data yang penting.

Chrisman

SIG adalah sistem yang terdiri atas suatu perangkat keras, perangkat lunak dan data manusia mengenai organisasi dan lembaga yang bisa digunakan untuk menyimpan, mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi-informasi yang penting dan memiliki keterkaitan dengan berbagai wilayah di permukaan bumi (Chrisman:97).

Demers

SIG adalah suatu sistem komputer yang digunakan dan dimanfaat kan dalam mengumpulkan data, memeriksa, mengintergrasi dan menganalisis semua informasi-informasi yang memiliki gubungan permukaan bumi (Demers:97).

Gistut

Menurut Gistut, SIG adalah sistem informasi yang dapat mendukung pengembalian keputusdan dalam spasial dan mampu dalam mengintegrasikan mengenai lokasi dengan karakteristik fenomena yang dapat ditemukan pada lokasi tersebut.

Sistem informasi geografi yang lengkap, mencakup metodologi dan teknologi yang diperlukan, yaitu data spasial perangkat keras, perangkat lunak dan struktur organisasi.

Guo

SIG adalah teknologi informasi yang dapat menganalisis, menyimpan, dan menampilkan baik berupa data spasial ataupun non-spasial (Guo:20).

Kang-Tsung Chang

Pendapat SIG menurut Kang-Tsung Chang adalah a computer system for capturing, storing, querying, analizing and displaying geographic data (sistem komputer untuk menangkap, menyimpan, meminta, menganalisis dan menampilkan data geografis).

Marble et al

Pengertian sistem informasi geografi menurut Marble et al, SIG adalah suatu sistem penanganan data keruangan.

Murai

Pendapat Murai (1999) Sistem informasi geografis (SIG) adalah sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data yang bersumber dari geografis atau data geospatial untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengolahan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan, transportasi, fasilitas kota dan pelayanan umum yang lainnya.

Linden

Menurut linden (1987) SIG adalah sistem untuk pengolahan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi), analisis dan penanyangan data secara spasial terkait dengan bentuk muka bumi.

Petrus Paryono

Pengertian SIG menurut Petrus Paryono adalah sistem yang berbasis komputer digunakan untuk menyimpan, memanipulasi dan melakukan penelitian tentang informasi geografi.

Prahasta

Menurut Prahasta, pengertian sistem informasi geografis adalah suatu jenis sofware (aplikasi) yang bisa digunakan dalam pemasukan, penyimpanan, memanipulasi, menampilkan dan memberikan data pengeluaran sebagai informasi geografis.

Rice

SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memasukkan (capturing), menyimpan, memeriksa, mengintegrasi, memanipulasi, menganalisis dan menampilkan data yang ada kaitannya dengan posisi di permukaan bumi (Rice:20).

Pengolahan Sistem Informasi Geografis

Sistem informasi geografi dapat diuraikan, untuk cara kerja dalam pengolahan SIG sebagai suatu sistem pada prinsipnya terdiri atas 4 subsistem.

1. Data Input (Input Subsystem)

Subsistem masukan atau data input adalah pengumpulan data objek material geografi yang mendukung dan dapat dimasukkan dalam topik geografi yang akan dikonfirmasikan.

Data yang masuk akan diolah dan disaring kembali yang kemudian akan disajikan dalam berbagai hasil, seperti:

  1. Peta.
  2. Bagan.
  3. Grafik.
  4. Tabel.

Hasil ini, diliput dari data SIG yang diperoleh dari peta, tabel, foto udara, citra satelit dan hasil survei lapangan.

2. Data Output (Output Subsystem)

Data output ataau subsistem penyajian, yaitu penyajian semua data atau sebagai data dalam bentuk seperti tabel, peta file elektronik (digital) dan grafik.

3. Data Management

Dalam subsistem data ini sangat mengorganisasikan baik dari data spasial maupun dari atribut ke dalam sebuah basis data sedemikian rupa sehingga mudah untuk dipanggil, di update dan diedit.

4. Data Manipulasi dan Analystisis

Data ini berisikan informasi-informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG. Selain itu juga dala melakukan manipulasi dan pemodelan data untuk menghasilkan informasi sesaui dengan yang diharapkan.

Dari ke-empat data subsistem tersebut, pengolahan data dalam mencari informasi geografi merupakan pengelolaan daya yang didasarkan pada kenerja komputer.

Proses pengolahan data komperisasi data masukan (input) harus berupa angka atribut (numerik).

Oleh sebab itu jenis dari data ini harus diubah menjadi data digital atau atribut dengan menggunakan komputer sesuai dengan prinsip sistem informasi geografi.

Tahapan Kerja Sistem Informasi Geografis

Adapun tahapan dala sistem informasi gepgrafi dapat mencakup tiga hal, yaitu:

  • Masukan atau input.
  • Proses.
  • Keluaran atau output.

Seluruh informasi atau data dalam SIG yang ada pada suatu wilayah tertentu dapat disimpan, dimanipulasi, dianalisis untuk menjadi suatu data penting dengan bantuan komputer.

Selain melalui proses komputerisasi, cara manual juga bisa dilakukan, namun bisa memakan waktu yang lebih lama dan bisa juga data yang diperoleh kurang spesifik.

Berikut ini adalah tahapan dalam sistem kinerja dari Sistem Informasi Geografis (SIG).

Masukan (Input)

Dalam sistem kerja SIG, pada awalnya diperlukan data awal atau data base, yaitu kumpulan data yang berasal dari survei dan dimasukkan dalam komputer, atau peta yang telah dilarik secara optis dan dimasukkan ke dalam data komputer.

Secara garis besar, data dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Data atribut.
  2. Data spasial.

Data Atribut

Pengertian dari data atribut adalah data yang ada pada keruangan atau lokasi. Data atribut ini menjelaskan tentang suatu informasi.

Data Spasial

Pengertian data spasial adalah data yang menunjukkan ruang, lokasi atau tempat di permukaan bumi.

Data spsial ini disajikan menjai 2 jenis, yaitu:

  • Bentuk bujur sangkar atau yang disebut dengan sistem grid.
  • Benruk vektor disajikan dalam bentuk sistem koordinat.

Proses

Proses dalam SIG dapat berfungsi untuk memanggil, memanipulasi dan mengenalisia data yang tersimpan dalam komputer.

Jenis analisa data sebagai berikut:

  • Analisis lebar.
  • Analisis penjumlahan aritmatika
  • Analisis garis bidang.

Keluaran (Output)

Data yang sudah ada , serta sudah dianalisis oleh SIG akan memberikan informasi pada pengguna data sehingga dapat dipergunakan sebagai ilmu dasar dalam pengambilan kepurtusan.

Keluaran SIG setiap orang dapat membuat peta dan kemudahan megedit atau memodifikasi dengan cepat dan bisa dilakukan kapan saja.

Disamping itu, pengguna SIG juga dapat memproses ulang pembuatan peta dengan tingkat ketelitian tinggi kapan saja sebagai contoh dalam pembuatan peta Amerika Selatan, bedasarkan informasi atau tema yang tersedia.

Jenis Data Sistem Informasi Geografis

Adapun jenis data dari sistem informasi geografi terdiri atas 4 jenis data yang dikenal, yaitu:

  1. Data Spasial.
  2. Data Atrbut.
  3. Data Vektor.
  4. Data Raster.

Berikut ini penjelasan tentang sistem informasi geografi.

Data Spasial

Data ini mempresenatsikan atau mengindentifikasikan posisi ruang atau letak geografi dari suatu fenomena.

Contoh dari data spasial seperti letak suatu daratan, informasi garis lintang dan garis bujur, kepulauan, sumber minyak, hutan, sumber gas alam, pegunungan. Data spasial ini dapat digunakan untuk mengidentifikasiakn lokasi, seperti contoh kode pos.

Data Atrbut

Data atribut merupakan data yang menjabarkan aspek geografi dari suatu fenomena dalam bentuk kata-kata, angka, serta tabel.

Data atribut ini dapat dijumpai pada data kepadatan penduduk, data luas wilayah, jenis-jenis tanah, data demografis dan yang lainnya.

Data Vektor

datavektor adalah data yang apat dipresentasikan dalam suatu mozaik berupa titik atau point, garis (arc/line),

Polygon yaitu daerah yang dibatasi dengan awalan garis yang akan berakhir pada titik yang sama.

Nodes yaitu titik perpotongan antara dua garis.

Kegunaan pada data vektor ini digubakan untuk menganalisa ketepatan posisi pada suatu wilayah atau mendefinisikan hubungan spasial dari berbagai macam fitur.

Data Raster

Data raster atau sering juga disebut dengan sel grid merupakan data yang dihasilkan dari sistem penginderaan jauh.

Pada data raster, yang menjadi obyek kajian geografi dipresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut dengan pixel (picture element).

Resolusi pada data raster bisa teragantung dengan ukuran pixelnya.

Oleh sebab itu resolusi yang menggambarkan ukuran sebenarnya pada permukaan bumi yang diwakili oleh setiap pxel pada citra.

Komponen-Komponen Sistem Informasi Geografis

Dalam ilmu geografi ini diperlukan komponen-komponen penyusun SIG yang merupakan sistem kompleks yang biasannya terintegrasi dengan lingkungan sistem komputer yang lainnya pada tingkat funsional dan jaringan.

Terdapat lebih dari tiga komponen yang mendukung, namun terdapat 5 macam-macam komponen dalam sistem informasi geografi.

  1. Perangkat keras (hardware).
  2. Perangkat lunak (sofware).
  3. Data.
  4. Manusia.
  5. Metode.

Nah, berikut ini penjelasannya dan contohnya:

Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras atau hardware yaitu perangkat fisik yang merupakan`bagian penting dari sistem komputer yag mendukung analisis geografi dan pemetaan.

Pada perangkat keras SIG memiliki kemanfaatakan dalam menyajikan sutra dengan resolusi serta kecepatan yang bisa mendukung dalam sistem oprasional dalam basisi data dengan volume data yang besar dengan lebih cepat.

Pengaruh dalam spesifikasi perangkat keras SIG sangat mentukan kecepatan dalam pengolahan data, akses data, kecepatan pada tampilan data, resolusi pada gambar, serta penyimpanan data.

Ada 3 kelompok dalam peragkat keras yang sering digunakan dalam SIG, yaitu:

  1. Alat masukan atau Input data : mouse, scanner, digitizer, keyboard komputer, CD reader, diskete reader.
  2. Alat penyimpanan da pengolahan data : Komputer, VGA Card, RAM, harddisk, processor, CD writer.
  3. Alat penampil sera penyaji keluaran atau informasi : monitor komputer, printer, screnning, plotter.

Dalam komponen SIG yang paling menetukan keandalan dalam mengolah menyimpan dan menganalisis adalah perangkat kerasnya yang bisa disebut dengan hardware.

Perangkat Lunak (Sofware)

Perangkat lunak atau sofware adalah suatu aplikasi perangkat yang berguna dalam melaksanakan proses menyimpan, menganalisa, memvisulkan data dengan lebih spasial atau nonspasial.

Aplikasi SIG biasannya memiliki kesamaan dan tujuan untuk proyek-proyek SIG, perbedaanya hanya pada bentuk tampilan, bahasa pemrograman, aturan permainan, serta fasilitas nya.

Pada perangkat lunak sistem geografis ini, ada beberapa hal yang pelu diperhatikan seperti:

  1. Aplikasi atau sofware SIG yang dibeli harus bisa memenuhi kebutuhan dan harus bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan.
  2. Sofware SIG harus cukup popular serta banyak dipakai oleh banyak user.
  3. Ada jaminan dari sisi perawatan terhadap apps atau sofware SIG tersebut.
  4. Bisa berkomunikasi dengan sofware-sofware umum yang lain.

Inti dari perangkat lunak ini adalah kemampuan dalam menyediakan fungsi-fungsi dalam penyimpanan, pengaturan, link, quey, maupun analisis data geografis.

Berikut ini adalah perangkat lunak yang harus ada dalam komponen sofware sistem informasi georafis adalah:

  • ArcGIS, ArcView, Mapinfo, ArcInfo merupakan aplikasi untuk analisa spasial.
  • CAD system untuk entry graphic data.
  • ERDAS serta ER-MAP ssebagai proses remote sesnsing data atau penginderaan jauh.
  • Modul dasar perangkat lunak seperti modul pemasukan, pembetulan atau pembenaan data, modul penyimpaanan data, peng-organisasian data, modul dalam pemrosesan, penyajian data, modul informasi data, modul interaksi dengan pengguna (input query).

Serta untuk sofware pendukung lainnya anatar lain, OS, Dbsae, maupun sofware yang umum lainnya.

Data

Pada prinsipnya ada 2 jenis data yang digunakan dalam SIG, yaitu:

  1. Spasial.
  2. Non-spasial (atribut).

Data Spasial

Data spasial adalah gambaran nyata mengenai suatu wilayah yang terdapat pada permukaan bumi.

Seacara umum dapat dipresentasikan dalam bentuk berupa grafik, gambar, peta dengan format digital yang disimpulkan dalam bentuk koordinat x,y (vektor) atau dalam bentuk image (raster) yang memiliki nilai tersendiri.

Data Non-Spasial

Data non-sapsial adalah data yang berbetuk tabel, dimana tabel tersebut memiliki informasi tentang obyek dalam data spasial.

Data ini berbentuk dalam data tabular yang saling terintegrasi dengan data spsial yang ada.

Manusia

Manusia merupakan elemen inti dalam SIG, karena menusia adalah perencana sekaligus pengguna dari sistem informasi geografi ini sendiri.

Pengguna SIG ini memiliki tingkatan yang mirip dengan sistem informasi yang lainnya, mulai dari tingkat spesialis teknis yang menggunakan SIG dalam membantu suatu pekerjaan sehari-hari.

Metode

Metode yang digunkan SIG tidak sama dengan suatu permasalahan. Ilmu SIG yang baik tergantung kepada aspek-aspek desain dan realnya.

Sumber Data Sistem Informasi Geografis (SIG)

Adapun sumber data dari sistem informasi geografi bisa didapat dari:

  1. data lapangan, dimana data ini diperolah secara langsung dengan melakukan pengamatan atau observasi dilapangan dangan cara mengukur dan melakukan perhitungan.
  2. Data peta seperti pada posisi geografis indonesia, data ini diperoleh dari berbagai informasi yang tercetak pada peta/film.
  3. Data dari penginderaan jauh, yang merupakan data hasil pengamatan dari citra satelit atau foto udara.

Ruang Lingkup Sistem Informasi Geografis

Adapun ruang lingkup dalamn ilmu geografi ini, terdiri atas 5 tahapan dasar, diantarannya:

  1. Input data.
  2. Manipulasi data.
  3. Management data.
  4. Query dan analisis.
  5. Visualisasi.

Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Input Data

Proses dalam input data, biasannya digunakan dalam mengimput data spsial dan non-spasial.

Data spasial yang biasannya berupa peta analog.

Dalam SIG harus menggunakan peta digital, sehingga peta analog ini harus konversi ke dalam peta digital dengan menggunakan alat bantu digitizer. Selain proses digitasi dapat juga dilakukan dengan proses overlay dengan melakukan proses scanning pada peta analog.

2. Manipulasi Data

Tipe data yang diperlukan dalam bagian SIG, mungkin perlu dilakukan manipulasi seusia dengan yang diperlukan.

Oleh sesbab itu,SIG memapu melakukan fungsi edit yang bisa digunakan dalam data spasial maupun non-spasial.

3. Management Data

Stelah data spasial dimasukkan, proses selamjutnya adalah pengolahan data non-spasial.

Pengolahan data non-spasial meliputi DBMS yang berguna untuk menyimpanan data berukuran besar.

4. Query dan Analisis

Query adalah proses analisa yang dilakukan dengan cara tabalur.

Secara mendasar SIG dapat dilakukan dengan 2 jenis analisa, yaitu:

Analisis Proximity
Analisa Proximity suatu analiasa yang berbasis jarak antar layer. SIG yang menggunakan proses buffering (membangun lapisan pendukung pada sebagain sektor layer dengan jarak tertentu), dalam menentukan dekat jauhnya hubungan antar sifat bagian yang ada.
Analisa Overlay
Overlay merupakan suatu proses dalam mempersatukan data pada bagian layer yang tidak sama. Dapat disimpulkan bahawa overlay disebut dengan operasi visual yang mebutuhkan lebih dari satu layer untuk digabungkan secara fisik. 

5. Visualisasi

Dalam beberapa tipe kegiatan operasi geografi, hasil akhir terbaik dapat diwujudkan dalam bentuk peta ataupun grafik.

Peta lebih memiliki nilai yang efektif dalam menyimpan serta memiliki penyambpaian informasi geografis yang lebih jelas.

Manfaat Sistem Informasi Geografis

Sistem informasi geografi pada era pembangunan saat sangatlah memiliki banyak manfaat.

Informasi mengenai bentang alam dan kebudyaan sangat diperlukan dalam proses pembangunan demi kemajuan suatu wilayah.

Secara sederhana berikut ini manfaat serta fungsi dari Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah:

Manajemen Tata Guna Lahan

Pemanfaatan dan penggunaan lahan merupakan bagian dari ilmu kajian ilmu geografi yang sangat perlu untuk dilakukan dengan penuhpertimbangan dari berbagai sisi.

Tujuan dari manajemen tata lahan ini untuk menentukan zona lahan yang sesuai dengan karakteristik lahan yang ada.

Misalnya:

  • Wilayah pemanfaatan lahan di wilayah kota yang dibagi menjadi daerah pemukiman, industri, pusat perdagangan, perkantoran, fasilitas umum dan jalur hijau.

Dengan SIG memiliki fungsi dalam membantu perencanaan dari masing-masig wilayah tersebut dengan hasil yang didapat digunakan sebagai acuan untuk pembangunana utilitas yang memang diperlukan.

Lokasi dari utilitas yang dibangun pada sektor perkotaan (urban) ini, perlu pertimbangan agar efektif dan tidak melanggar kriteria-kriteria tertentu yang bisa menyebabakan ketidak selarasan.

Contoh pembangunan seperti:

  • Pembangunan tempat sampah, krtietria yang bisa dijadikan parameter antara lain: diluar area pemukiman, berada di dalam radius 10 meter dari genangan air, berjarak 5 meter dari jalan raya.

Investarisasi Sumber Daya Lahan

Adapun manfaat sistem informasi geografi dalam inventasi sumber daya alam dan pembangunan adalah:

  1. Ilmu geografi dengan bantuan ilmu geologi, dapat menemukan berbagai sumber daya alam. Sumberdaya dari alam ini berupa bahan-bahan mineral yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan seperti: minyak bumi, batu bara dan barang tambang yang lain.
  2. Ilmu geografi dengan dibantu oleh penginderaan jauh dapat menentukan kawasan lahan yang lebih potensial, lahan kritis, jenis tanah serta menunjukkan kawasan hutan yang baik atau kawasan hutan yang rusak.
  3. Pengawasan suatu wilayah bencana alam dalam memantau luas wilayah bencana alam dan mencegah terjadinya bencana alam diwaktu yang akan datang.
  4. Sebagai investarisasi sumber daya alam. Dari beberapa sumber daya alam dapat didistribursikan seperti kualitas air, baik air permukaan ataupun air tanah.
  5. Sebagai acuan dalam perencanaan suatu pembangunan agar pembangunan itu dapat lebih terencana lebih awal dana tidak tumbuh. Pada pembuatan peta master plan, sangat diperlukan adanyya adanya foto udara atau satelit.

Disamping itu, dalam bidang sumber daya alam dan kondisi fisik yang lainya, SIG juga memiliki berbagai manfaat dalam bidag sosial.

Beriut ini manfaat SIG dalam bidang sosial:

  1. Potensi dan persebaran penduduk.
  2. Luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya.
  3. Pendataan dan pengembangan jaringan transportasi.
  4. Pendataan dan pegembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan.
  5. Pendekatan dan pengembangan pemukiman jumlah penduduk, kawasan industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan dan rekreasi, serta perkantoran.

Pengawasan Wilayah Rawan Bencana

Kemapuan dalam SIG dalam pengawasan wilayah bencana alam, seperti:

  • Mamantau luas wilayah daerah yang terkena bencana alam.
  • Pencegahan terjadinya bencan alam pada masa yang akan datang.
  • Menyususn rencana-rencana pembangunan kembali daerah bencana alam.
  • Penetuan tingkah bahaya erosi.
  • Memprediksi ketinggian terjadinyya banjir.
  • Memprediksi tingkat kekeringan pada suatu daerah.

Perencanaan Wilayah dan Kota

Adapun perencanaan dalam wilayah atau kota dalam SIG adalah:

  • Pada bidang sumber daya alam, seperti kesesuaian lahan pemukiman, pertanian, tata guna lahan, pertambangan dan energi, analisis daerah yang rawan akan bencana alam.
  • Sebagai suaru bidang perencanaan ruang, seperti pada perencanaan tata ruang wilayah, perencanaan kawasan indurtri, pasar, kawasan pemukiman, penataan sistem dan status pertanian.
  • Sebagai bidang manajemen atau sarana dan prasarana suatu wilayah, seperti manajemen sistem informasi jaringan air bersih, perencanaan dan perluasan pada jaringan listrik.
  • Untuk sektor pariwisata, seperti inventarisasi pariwisata dan analisis potensi pariwisata suatu daearah.

Tujuan Sistem Informasi Geografis

Adapun suatu keunggualan dalam bidang sistem informasi geografi ini, memiliki tujuan.

  1. Pada lingkup individu: SIG sangat efektif dalam membantu dalam proses pembentukan, pengemabangan atau perbaikan peta mental yang telah dimiliki oleh seseorang yang berdampingan dengan dunia nyata.
  2. Pada lingkungan pendididkan: SIG sangat efektif sebagai alat bantu utama dalam usaha meningkatkan pemahan, pengertian dan pembelajaran mengenai ide atau konsep suatu lokasi, ruang, kependudukan serta informasi mengenai ilmu geografis yang lainnya.
  3. Pada lingkup penelitian: SIG dapat memebrikan gambaran yang lebih spesifik mengenai suatu permasalahan yang nyata serta berkaitan dengan data spasial mengenai bentuk permukaan bumi. Selainitu SIG juga memiliki kemampuan dalam memvisualkan data spasial. Sehingga dapat mempermudah dalam mengedit warna, bentuk, dan ukuran pada simbol yang diperlukan dalam menggambarkan unsur-unsur permukaan bumi.

Contoh Soal UAS Sistem Informasi Geografis Kelas 10 (X)

Berikut ini adalah contoh dari kumpulan soal mengenai SIG (Sistem Informasi Geografi) esay, pilihan ganda lengkap beserta kunci jawabannya.

Contoh soal pilihan ganda megenai sistem informasi geografi.

1. Sebutkan contoh aplikasi pengolahan sumber daya alam dan lingkungan?

a. Analisa pelayanan.

b. Perencanaan fasislitas perawatan.

c. Pelayanan jaringan pada telekomunikasi.

d. Pengiriman teknisi.

e. Analisis dampak lingkungan.

Jawaban: e.

2. Aplikasi pada bidang kehutanan merupakan SIG yang bersumber pada?

a. Biosfer.

b. Litosfer.

c. Antroposfer.

d. Atmoser.

e. Hidrosfer

Jawaban: a.

3. Dalam komponen SIG yang memiliki fungsi dalam menyimpan, menganalisa dan memperagakan informasi, yaitu?

a. Input data.

b. Perangkat keras.

c. Data geografi

d. Perangkat lunak.

e. Manusia.

Jawaban: d.

Contoh kumpulan soal essay mengani sistem informasi geografis (SIG).

1. Jelaskan pengertian SIG (Sistem Informasi Geografi)?

Jawaban:

Pengertian SIG adalah sistem yang memiliki peran dalam pengambilan tugas seperti mengumpulkan, mengelola serta menyajikan data atau sebuah informasi yang memiliki keterkaitan dengan ilmu geografi.

2. Sebutkan tiga Komponen-komponen yang ada dalam SIG (Sistem Informasi geografi)?

jawaban:

  • Manajemen berupa sumber daya manusia yang memiliki keahlian dalam mengolah SIG.
  • Perangkat lunak (sofware), contoh Map info.
  • Perangkat keras (hardware), contoh unit komputer.

Itulah penjelasan mengenai materi geografi tentang pengertian SIG, manfaat komponen beserata ruang lingkup dan tujuan.

Semoga artikel yang dirangkum resaja.com ini bisa menambahkan wawasan ilmu pengetahuan.