Sahabat

3 min read

Selamat pagi bro.

Apa yang kalian fikirkan bila mendengar kata sahabat atau teman?

Mungkin bisa sahabat yang terbaik

Sahabat waktu kecil

Sahabat sehidup semati ‘’ kaya istri aja hia hia, bersabarlah untuk pasukan para jomblo’’. Dan yang lainya

Setiap makhluk ciptaan tuhan juga pasti memiliki sahabat, karena tempat untuk kita bisa menyelesaikan masalah baik itu dalam keadaan suka maupun duka, sahabatlah pahlawan yang bisa untuk meredakan masalah yang sedang melanda.

“Dari begitu banyak sahabat, dan tak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Aku memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. – Umar bin Khattab “

Bersyukurlah dengan tuhan atas kemurahan beliau telah menciptakan makhluk dengan memiliki rasa sling mengerti dan saling peduli satu dengan yang lainnya.

Sekarang ini saya mau menceritakan sahabat sahabat yang pernah saya temui dan pengalaman memiliki seorang sahabat.

Sahabat Waktu Kecil

Berbicara tentang sahabat di masa kecil apakah anda masih ingat siapa teman sebangku yang pertama yang pernah duduk dengan Anda di awal masuk sekolah. Kalo aku sih lupa hehe.

Mulai dari pelajan abc dan yang lainmya, hanya ada beberapa teman saja yang aku ingat di masa waktu aku masih kecil dulu, dan semoga mereka masih ingat sih dengan saya husnudzon aja kan, siapa tau memang bener masih ada yang ingat dengan saya. Kita mah berdoa aja tambahnya sahabat juga lebih baikkan.

Akan tetapi karena dengan berbeda sekolah terkadang kita bisa lupa dengan sahabat pada waktu kecil, ada juga yang masih ingat mungkin karena kita sekampung atau bertetanggaan kampung sebelah.

Saya juga masih ingat sih, sahabat di waktu kecil karena kami satu kampung dan juga lebih herannya bulan kita lahir juga sama, hanya berbeda tanggal saja.

Kami bertiga masih bercanda tawa bila masih berkumpul bareng, karena mereka sekarang sudah memulai mencari pengalaman yang baru. Seperti teman saya yang satu ada di Kota Jakarta sekarang, satu ada di Kota Malang dan saya sendiri di Kota Magetan.

Walaupun jarang ketemu tapi kami masih seperti dulu tidak sombang atau sebaliknya, justru malah bisa saling bertukar pengalaman yang telah kami lewati.

Itulah sahabat kecil yang masih akrab hingga sekarang dengan saya.

Sahabat Saat Remaja

Menginjak usia remaja, anggap saja mulai memasuki SMP atau MTs. Saya juga bertemu dengan sahabat baru bahkan lebih banyak lagi dari sebelumnya. Waktu itu sahabat yang sangat akrab dengan saya Alfin “ nama samaran ”.

Sahabat saya yang satu ini orangnya suka banget dengan sepakbola, dia juga sabar orangnya, terkadang saya sering juga menjailinya “ menguji kesabaranya hehe ”.

Dia juga cerdas ketika saya sulit mengerjakan tugas dari Guru, dia juga ang mengajari saya terkadang juga sebaliknya. Mata pelajaran yang kita tidak sukai juga sama yaitu Bahasa Inggris.

Setelah menempuh kurang lebih 3 tahun kami bisa lulus bersama dan melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Tapi juga kami terpisah karena dia di masukan ke salah satu pondok pesantren di Kota Malang dan saya masuk ke salah satu sekolah di dekat Kampung.

Pertemuan kami hanya di waktu hari Raya Idul Fitri soalnya dia hanya libur di waktu itu. Alhamdullah walau jarang bertemu tapi masih bisa menjalin silaturahmi.

Sahabat Tidak Memandang Usia

Dewasa ini menginjak usia saya ke 19 tahun, saya berada di Kota Surabaya setelah menyelesaikan beasiswa 1 tahun di salah satu yayasan amil zakat yang terbesar di Indonesia.

Para sahabat saya yang satu ini saya temui ketika saya telah bekerja di salah satu perusahaan di Kota Surabaya. Mereka saya temui saat salah satu teman saya berkerja mengajak untuk beristigosah ( membaca amalan yang di anjurkan Nabi Muhammad SAW ) .

Perbedaan usia kami sangatlah jauh karena kebanyakan meraka sudah berkeluarga, jadinya cuma saya yang masih dikatakan paling ganteng haha.

Beruntungnya saya bisa bertemu dengan mereka, karena banyak sekali hal hal baru yang tidak mungkin atau belum tentu bisa saya dapatkan di tempat lain. Contohnya dalam segi agama dan juga rasa kekeluargaan yang tinggi.

Rasa hormat dan patuh dengan apa yang mereka ajarkan kepada saya, hanya dengan doa yang senantiasa bisa saya ucapkan dan semoga kita bisa di pertemukan kembali di surga.

Sahabat Berbeda Daerah

Dalam berteman saya tidak memilih berteman dengan siapa dan siapa dia, menurut saya asalkan dia mau berteman dengan saya, saya juga pasti mau menerimanya dengan baik.

Waktu saya masih di surabaya saya bertemu dengan sahabat baru dengan watak dan gaya berbicara berbeda. Memang benar mereka bukan asli orang jawa seperti saya melainkan orang Kalimantan, Flores, Sulawesi dan Sumatra

Pada awalnya saya merasa apakah saya juga bisa bergaul dengan mereka “ dalam hati kecil saya seperti itu “.

Setelah berselang lama dan karena kami juga bersama sama lamban laun kami juga bisa akrab bahkan bercanda tawa bersama. Walau dalam hati saya ingin bercanda dengan bahasa jawa.

Tapi begilah kenyataanya asalkan saya bisa bersahabat dengan mereka saya juga senang dan bersyukur bisa memiliki teman seperti mereka. Jika mau ke luar pulau kan enak punyak teman di sana.

Untuk Sahabat

Merekalah yang selalu menjadi penyemangat saya di saat ada masalah adalah sahabat yang sesungguhnya. Sahabat adalah mereka yang bisa menginpirasi saya untuk menjadi diriku yang sesungguhnya. Meraka dengan penuh rasa percaya dengan kemampuan dan meraka juga percaya dengan kamampuan yang saya miliki sendiri.

Disaat terjadi permasalahan, sahabat yang selalu bisa menemukan solusi menjadi yang terbaik untuk menyelesaikan masalah. Tidak ada yang memaksa kenhendak satu sama lain.

Hubungan yang terus terjalin dengan baik dan tidak egois. Sahabat tidak akan meminta untuk mengorbankan kebahagian yang kita miliki saat ini.

Begitu banyak hal yang telah dilakukan sahabat kita senantiasa untuk diri kita. Tapi seringkali  kita malah melupakan betapa berat pengorbanan yang dia lakukan. Untuk itu berterima kasihlah untuk para sahabat yang ada di sekeliling kita.

 

Mungkin hanya itu saja yang dapat saya ceritakan tentang beberapa pengalaman tentang sahabat. Sebenarnya ada banyak sekali sahabat yang bisa saya ceritakan tapi nanti malah tidak ada habis habinya hehe.

.

Untuk kalian para sahabat terima kasih untuk segalanya dan next time bisa bertatap muka kambali dengan kalian.