Objek Studi Geografi

3 min read

materi objek studi geografi

Belajar ilmu geografi sama halnya dengan mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan yang lainnya seperti objek studi geografi ini. Dalam ilmu geografi memiliki landasan penelitian dan konsep yang digunkan dalam observasi.

Ada banyak ahli yang mengemukakan terkait dengan objek geografis, namun dari semua yang didefinisikan memiliki pendapat yang berbeda.

Dalam mengindentifikasikan objek geografi ini, apabila kita uraikan kembali akan tampak bahwa objek studi geografi terdiri atas dua aspek, yaitu:

  1. Objek material geografi
  2. Objek formal geografi

Dari 2 objek geografi tersebut, resaja bisa menjelaskan mengenai objek studi geografis dengan lengkap, supaya artikel ini bisa bermanfaat untuk kedapannya.

Simak yuk, pembahasan mengenai objek geografi dibawah ini.

Pengertian Objek Studi Geografi

ada 2 macam objek kajian geografi

Apa pengertian objek geografis?

Objek geografi berasal dari basaha Yunani, yang diambil dari kata geo yang memiliki arti bumi dan grapein yang berarti tulisan atau penjelasan. Jika kedua kata itu disambungkan maka akan tersusun dengan suatu kata geography yang berarti sebagai ilmu bumi atau ilmu yang mepelajari tentang bumi.

Pada dasarnya bumi yang kita huni ini adalah objek-objek dari kajian ilmu geografi.

Macam-macam Objek Studi Geografi

2 macam studi geografi sebagai bahan materi dalam pembahan

Dari beberapa displin ilmu, bisa saja memiliki objek material yang mungkin sama dalam bidang kajian, namun akan berbeda dalam objek formalnya.

Misalnya seperti ilmu geografi, geologi dan geofisika, ketiga ilmu pengetahuan ini memiliki objek material yang sama seperti halnya manjadikan objek planet bumi sebagai kajian non fisik, namun kajian formalnya berbeda satu dengan yang lainya.

Berikut ini penjelasan mengenai 2 objek geografi.

Objek Material Geografi

Pengertian objek material geografi adalah objek material geografi berupa fenomena geosfer (permukan bumi) yang terdiri atas atmosfer (lapisan udara), litosfer dan pedosfer (lapisan batuan dan tanah), hidrosfer (bentang parairan), biosfer (dunia tumbuhan dan hewan) dan antroposfer (manusia).

  • Atmosfer atau udara yang menyelubungi bumi, atmosfer memiliki ketebalan sekitar 1.000 KM dan tersusun atas beberapa unsur, antara lain nitrogen 78,08%, oksigen 20,95%, dan karbon dioksida 0,034%. Nah dalam memperdalam ilmu pengetahuan mengenai lapisan atmosfer bumi ini dibutuhkan ilmu meteorologi dan klimatologi.
  • Litosfer atau kulit bumi, bumi itu sendiri menrupakan rumah tempat tinggal dari semua makhluk yang ada permukaan bumi. Bumi terdiri atas beberapa lapiasan tanah, batuan serta mineral yang menyusun kerak bumi atau kulit bumi. Dalam mepelajari ilmu litosfer kita perlu memperdalam ilmu pengetahuan seperti geologi, geomorfologi dan ilmu tanah.
  • Hidrosfer (air), Hampir seluruh permukaan bumi ini adalah air. Dalam mempelajari ilmu hidrosfer ini dapat dilakukan dengan cabang ilmu hidrologi untuk air tawar, misalnya seperti ilmu limnologi yang mempelajari tentang danau, hidrometeorologi untuk mempelajari tentang kandungan air di udara, hidrologi flufial (sungai) dan hidrologi air tanah (groundwater hidrology) serta oseanografi ilmu yang mempelajari air laut.
  • Biosger (hewan dan tumbuhan), biosfer ini dapat dipelajari melalui ilmu biogeografi, ekologi serta antropologi.
  • Antroposfer (manusia), dalam mengkaji objek material geografis ini, kita bisa mengerti bahwa suatu fenomena apabila diapndang dengan sudut pandang ilmu geografi, akan tetap selalu di integrasi dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang lainnya.

Untuk letak dalam studi objek geografi ini bisa dibedakan menjadi letak fisiografi dan letak sosiografi, misalnya seperti antara letak fisiografi antara lain letak astronomi, klimatologi, maritim dan letak geomorfologi.

Sedangkan letak sosiografi seperti letak sosial, ekonomi, politik dan letak kultural.

jadi secara nyata objek material geografi meliputi gejala-gejala yang terdapat dan terjadi di muka bumi, misalnya seperti:

  1. Batuan
  2. Tanah
  3. Gempa bumi
  4. Iklim
  5. Udara
  6. Flora dan fauna yang terkait dengan kehidupan manusia.

Dengan demikian apabila sebuah fenomena akan lebih ditinjua dari sudut pandang geografi akan selalu diintegrasikan dengan ilmu-ilmu yang lainnya.

Objek Formal Geografi

Objek formal geografi adalah sudut pandang dan pola pikir terhadap suatu gejala yang ada dimukan bumi, baik yang sifarnya fisik, non fisik maupun sosial yang dilihat dari sudut pandang keruangan (spesial).

Objek formal dalam geografi merupakan suatu cara pandang keruangan yang diruangkan dalam konsep-konsep geografis.

Dalam mempelajari dan mamahami manfaat untuk objek studi geografi dalam topik pembahasan fenomena buka bumi.  Studi geografi formal senantiasa menganalisis lokasi, persebaran di permukaan bumi yang saling memiliki keterkaitan (interelasi dan interaksi) anatara suatu fenomena dengan fenomena yang lainnya.

Contoh dalam penelitian yang dilakukan dalam masalah kemiskinan, ada beberapa hal yang bisa dikaji dalam hal ini, meliputi:

  • Dimana lokasi kemiskinan tersebut? apakah wilayah perkotaan atau pedesaan? apakah kawasan industri, pertambangan atau wilayah pertanian? apakah terjadi di negara berkemabang atau negara maju?
  • Bagaimana pola pola persebarannya? apakah tersebar di seluruh wilayah atau hanya wilayah tertentu saja?
  • Bagaimana relasi atau kriteria antara masalah kemiskinan dengan aspek-aspek alamiah dan sosial lainnya yang ada diwilayah tersebut? Misalnya seperti ketersediaan sumber daya alam, kualitas penduduk seperti tingkat pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tingkat kesehatan serta adat istiadat yag ada di wilayah tersebut.

Objek formal geografi yang dituangkan dalam konsep-konsep geografi, bisa dilihat dengan berbagai macam sudut pandang, seperti:

  1. Sudut pandang keruangan / regional melalui sudut pandang keruangan, objek formal akan menjadi lebih mudah untuk ditinjau dari segi nilai suatu tempat dari berbagai kepentingan. Mulai dari sini, kita bisa mempelajari mengenai latak, jarak dan keterjangkauan atau aksesbilitas.
  2. Sudut pandang kelingkungan / ekologi sudut pandang ekologi dapat dilakukan dengan cara mengetahui iteraksi antara organisme dengan lingkungan sekitar. Contoh keterkaitan antara petani dengan nalayan, keterkaitan petani dengan ladang dan persawahan.
  3. Sudut pandang keilayahan, mrupakan kombinasi antara analisis dari sudut pandang keruangan dan ekologi. Analaisa yang dilakukan dalam sudut pandang ini dapat dilakukan dengan cara mengetahui perbedaan yang ada pada satu wilayah dengan wilayah yang lainnya.
  4. Sudut pandang waktu, objek formal yang dapat dipelajari dari kurun waktu ke waktu, sehingga manfaatnya bisa digunakan dan mengetahui sejauh mana perkembangnnya. Contohnya seperti, pengukuran luas suatu pulau dari waktu ke waktu.

Rhoad Murpey dalam karyanya yan berjudul The Scope og Geography telah mengemukakan bahwa ada tiga pokok yang menjadi ruang lingkup geografi, yaitu:

  • Adanya persebaran dan keterkaitan pendudukdi muak bumi dengan sejumlah aspek keruangan dan bagaimana manusia dapat memanfaatkannya.
  • Hubungan interaksi antara manusia dengan keadaan lingkungan fisik, yang merupakan salah satu dari bagian keragaman kewilayahan.
  • Keragka kerja regional dan analisis terhadapa region-region khusus.

itulah materi ilmu geografi yang resaja.com jelaskan dalam topik pembahan mengenai opbjek studi geografi.

Semoga daripenjelasan ini bisa menjawab petannyaan dan penyelesaian tugas yang telah diberikan oleh guru baik itu, makalah dan bisa menambah wawasan yang lebih luas lagi.

Macam-macam Gerhana Bulan

Mas Resa
6 min read

Fase-fase Bulan

Mas Resa
4 min read

Rotasi dan Revolusi Bulan

Mas Resa
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *