Biografi Seorang Muchamad Nur Resahadi

3 min read

Assalamualaikum bro.

Setiap manusia pasti memiliki asal usul dari mana mereka berasal, pengalaman apa yang telah bisa ia lewati dan juga bagaimana mereka tumbuh untuk bisa berkembang melewati rintangan yang menghadang.

Selanjutnya saya akan memperkenalkan diri saya agar kalian bisa kenal dengan saya, begitulah tujuannya. Seperti kata pepatah tak kenal makan tak sayang ea ea.

Perkenalan

Nama saya Muchamad Nur Resahadi, anak kedua dan anak dari seorang pedagang swasta dari plosok desa di ujung Kota Malang Selatan. Teman teman saya biasa memanggil saya Resa atau Adi.

Saya lahir pada tanggal 26 september 1998 di Kota Malang, Kota yang terkenal akan tempat pendidikanya maupun tempat destinasi wisata alam dan juga kuliner yang tidak kalah dengan kota kalian bro.

Saya tinggal bersama sama dengan keluarga di plosok desa di Kota Malang, tepatnya di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo yang berbatasan langsung dengan batas kota sebrang yaitu Kota Blitar.

Tinggal di desa memang banyak yang menganggap mungkin kita sebagai orang desa tidak bisa berkembang pesat seperti di kota kota besar, dalam segi contoh seperti teknologi dan informasi.

Tapi jangan salah dan takut akan hal seperti itu, seperti saya boleh orang mengatakan bahwa orang desa itu kuper ( kurang pergaulan ) atau semacamnya. Harus Anda garis bawahi bahwa di manapun Anda berasal itu tidaklah masalah yang terpenting adalah bagaimana Anda bisa hidup tanpa orang lain dan keluarga.

Masa kecil bisa berkumpul bersama dengan keluarga adalah hal yang sangat indah dan menyenangkan. Di mana pun tempatnya, bagaimanapun kondisinya bisa berkumpul dengan keluarga merupakan hal yang paling luar biasa.

Orang Tua

Orang tua saya bernama Boyadi (Ayah) dan Sunarmi (Ibu), beliau berprofesi Ayah sebagai sopir dan Ibu sebagai pedagang toko sembako dirumah.

Dulunya orang tua saya berjualan bakso di kota orang untuk bisa memenuhi kehidupan sehari hari. Mereka merantau demi mencari rezeki yang setidaknya bisa untuk mencukupi keperluan seahari hari dan untuk anak beliau.

Bermula dari 1 gerobak dorong di Kota Magetan, Ayah dan Ibu saya memulai membuka usahanya sendiri, dan pada puncaknya bisa menjadi beberapa gerobak bakso dorong untuk membagi rezekinya kepada orang lain.

Sampai beberapa tahun kemudian bisa membeli tanah dan membangun rumah yang kami tinggali bersama sama.

Sauadara

Kalian punya saudara apa nggak bro..

Mungkin bagi Anda memiliki saudara pasti pernah di usulin atau yang lainya, begitulah kakak saya.Namanya Femi Maulana ulfiati, sudah bisa di tebak dong dari namanya cewek atau cowok, pastinya ceweklah kami dua bersaudara.

Kakak saya ini orangnya sangat iseng dan jengkelin, waktu kecil pasti saya di usilin sampai nangis, dulu waktu kecil saya orangnya memang nangisan hehehe..

Perbedaan umur antara saya dan kakak adalah 8 tahun.

Semenjak kakak saya masuk  SD (Sekolah Dasar), saya sudah jarang bisa bersama denganya karena Ayah dan Ibu saya memilih untuk memasukan kakak ke pondok pesantren hingga beliau lulus SMA ( Sekolah Menengah Atas ).

Pendidikan

Masa pendidikan atau bahasa sehari hari biasa di sebut sekolah. Sekolah merupakan hal yang wajar dan juga sangat di perlukan dalam masa pembentukan karakter serta pola pikir kita kedepanya, karena menurut saya waktu itu hanya ada 3, mulai dari waktu kemarin, sekarang dan yang akan datang.

Pendidikan saya mulai dari:

PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) selama 1 tahun.

SD (Sekolah Dasar) selama 6 tahun.

MTsN (Madrasah Tsanawiyah Negeri) setara dengan SMP (Sekolah Menengah Pertama) selama 3 tahun.

MAN (Madrasah Aliyah Negeri) setara dengan SMA (Sekolah Menengah Atas) selama 3 tahun.

Hobi

Pada waktu kecil hobi saya adalah memancing emosi eh, memancing ikan maksudnya, karena saya sering ikut Ayah pergi ke sawah. Sebenarnya pokok hal yang saya anggap bisa di kerjakan dengan senang itulah hobi saya di waktu kecil.

Di sungai desa saya tinggal dulunya memang banyak ikan sungai walau dari segi ukuran tidak besar. Bersama sama dengan teman teman memancing memang hal yang asik, sampai terkadang sampai di marahin juga sama Ibu waktu sudah pulang.

Namanya juga anak kecil kan pasti tidak ada kapoknya, inginnya main main dan main saja. Itu pada waktu musim hujan jadi sungai di desa ada banyak air.

Akan tetapi jika musim kemarau melanda sungai di desa juga mengering bahkan sampai tidak ada air yang menggenang sama sekali.

Waktu hobi saya bermain layangan “ kaya lirik lagu yang judulnya Anak Layangan hehehe..”

Masa masa kecil memang tidak ada habisnya ada ada aja hal yang baru yang bisa kita kerjakan walaupun itu hanya seperti angin yang berhembus hilang, tapi penuh dengan kenagan yang indah dan sayang untuk di lupakan.

Menginjak usia remaja hobi saya berolahraga terutama dalam olahraga bola voli, seperti  futsal dan yang lainya sih tidak suka suka amat.

Ketika masuk SMA saya baru menyukai olaghraga yang satu ini. Menurut saya bisa mempertahankan bola agar tidak jatuh merupakan hal yang sangat luar bisa, dengan kerja keras dan usaha kekompakan bersama tim.

Setiap kali ada permainan dalam ekstrakulikuler bola voli saya pasti ikut, dan alhamdullah pernah sebagai perwakilan sekolah dalam acara lomba 17 agustus. Memang acara yang di adakan setingkat kecamatan saja tapi dengan rasa syukur kami bersama sama bisa menjuarai lomba setingkat kecamatan.

Ada acara lagi yang saya nantikan setelah ujian sekolah yaitu class meeting, yang hanya di laksanakan dua kali dalam satu tahun oleh pihak sekolah.

Hingga pada akhirnya saya lulus dan sekarang sudah jarang banget, bisa di katakan juga tidak pernah lagi bisa bermain bola vola selama kurang lebih dua tahun belakangan ini. Dengan ini mungkin kedepanya hobi saya juga akan berganti sesuai dengan apa yang saya sukai sekarang, ” masih di pertanyakan ? ”

Penutup

Menceritakan pengalaman diri kita memang tidak ada habisnya, selagi kita mau mengingat mungkin ada ribuan hal yang ingin untuk di ungkapkan atau mungkin juga sejuta cerita yang akan kita bagi bersama sama, karena berbagi itu tidak ada batasan apa yang mau kita bagikan.

Mungkin hanya itu yang bisa saya ceritakan, memang pengalaman hidup setiap orang berbeda beda dan tidak ada habisnya.

Harapan saya semoga kita bisa saling bertukar pengalaman atau sahring bersama, mengingat masa lalu yang punuh dengan canda tawa hingga sulit untuk di lupakan.

“ For you

be you, you are the best for yourself and others “

thank you

 

Wassalamualaikum..